Sugeng rawuh di Bebek Goreng Haji Slamet

Sugeng Rawuh (Slamet Datang)

Telah dibuka cabang #4 untuk memenuhi permintaan pelanggan. Semoga dengan hadirnya cabang #4 ini lebih bisa mendekatkan diri dengan para pelangggan setia kami…

bebek-goreng-h-slamet-solo

Website ini sebagai sarana informasi & komunikasi kepada seluruh penggemar sajian Bebek Goreng special (oleh Pak H. Slamet, Kartasura) yang sudah tidak diragukan lagi kelezatannya. Bapak H. Slamet memulai bebek goreng ini sejak 1986 di Kartasura, Solo.

Sejak tanggal 30 November 2008 telah dibuka cabang pertama di kota bandung dan menyusul cabang #2, #3 & #4. Hal ini bertujuan agar dapat lebih mendekatkan diri kepada para pelancong wisata kuliner kota priangan dan sekitarnya.

Bagi penikmat makanan yang suka mencoba sesuatu yang baru, terutama jika ingin mencoba cara baru menikmati kegurihan dan keempukan daging bebek. Silahkan datang dan mencicipi berbagai menu yang ada di tempat ini.

Lokasi sangat mudah dikunjungi:

  1. Jl. Lodaya 105, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.  (+62) 022 – 730 3883
  2. Jl. LL RE. Martadinata 171 (Belakang Taman Parmuka), Bandung, Jawa Barat, Indonesia (+62) 022-727 5331, 9333 9488, 9360 7788
  3. Jl. Soekarno-Hatta No.771, Bandung, Jawa Barat, Indonesia (+62) 022-93844488
  4. Jl. Supratman No.49 (eks. RM. AMPERA), Bandung, Jawa Barat, Indonesia (+62) 022-7234147

Menu special Resto Bebek Goreng Slamet (asli) adalah:

Makanan:

  • Bebek Goreng (Paha, Dada, Kepala, Ceker, Ampela, Hati)
  • Paha dan Dada REMUK
  • Ayam Goreng Kampung
  • Sambal Korek Special.
  • Lalap segar full set

Minuman:

  • Jus Strawbery Organic (special)
  • Aneka juice (alpukat, orange)
  • Teh kampul (khas Solo)
  • Teh GINASTEL (khas Solo)
  • Kopi GINSENG (By K.Link)
  • Kopi HITAM
  • Beras Kencur
  • Jeruk HANGAT(khas Solo)
  • Susu Murni
  • Es Jeruk
  • Soft Drink
  • Aqua
  • Soda Gembira
  • dll

 

Menu Paket Hemat hanya Rp. 21.000

Nasi + Paha + Teh manis

bebek goreng

We served 5 stars beverages taste with 5 feet price lists

BRANCH #1 – Jl. Lodaya 105, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

  • Special Drinks: Strawberry/Vanilla float, Honey Lemon, Lemon Squash, Fruit Punch, Hot Chocolate etc.
  • Ethnic Interior Design (saung bambu).

BRANCH #2 – Jl. LL RE. Martadinata 171 (Belakang Taman Parmuka), Bandung, Jawa Barat, Indonesia 

  • Special Drinks: Strawberry/Vanilla float, Honey Lemon, Lemon Squash, Fruit Punch, Hot Chocolate etc.
  • Ethnic Interior Design (saung bambu).
  • LIVE MUSIC PERFORM by RUMAH MUSIK HARRY ROSLLY Artist mostly evryday at 7 PM with many genre of music ( Traditional, jazz, top 40,accoustic etc).

BRANCH #3 - Jl. Soekarno-Hatta No.771, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

  • Special Drinks: Strawberry/Vanilla float, Honey Lemon, Lemon Squash, Fruit Punch, Hot Chocolate etc.
  • Etnic Interior Design (saung bambu).
  • Tempat luas menampung 100 orang, parkir luas (40 mobil).

BRANCH #4 - Jl. Supratman No.49 (eks. RM. AMPERA), Bandung, Jawa Barat, Indonesia

  • Special Drinks: Strawberry/Vanilla float, Honey Lemon, Lemon Squash, Fruit Punch, Hot Chocolate etc.
  • Modern Interior Design.
  • Tempat luas menampung 100 orang, parkir luas.
  • LIVE MUSIC PERFORM by RUMAH MUSIK HARRY ROSLLY Artist mostly evryday at 7 PM with many genre of music ( Traditional, jazz, top 40,accoustic etc). Off course you can sing & dance with Us…

It provide just for you to make you more comfortable dine with us. so what are you waiting for ??????. we will wait for your attendance…….

Sibuk? Tetap Bacakan Buku untuk Bayi dan Anak Anda Ya, Ini Sebabnya

Jakarta, Padatnya pekerjaan dan jalanan yang macet kerap membuat waktu kebersamaan antara orang tua dan anak menjadi sangat terbatas. Meskipun demikian, jangan lupa tetap sediakan waktu membacakan buku untuk buah hati.

Studi yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa mendengar lebih sedikit kata-kata sejak kecil membuat anak lebih sulit mempelajari kata-kata nantinya. Tentu ini akan menghambat kemampuan belajarnya kelak.

Oleh sebab itu, mereka mendorong dokter untuk tak hanya membicarakan mengenai gizi dan kesehatan pada orang tua, tetapi juga berbicara tentang pentingnya membacakan buku dengan suara lantang, dimulai dari usia hari pertama sang bayi.

“Jika para dokter turut merekomendasikan kepada orang tua tentang manfaat membacakan buku pada anak, maka ini sudah cukup membantu,” ungkap Patti Miller, dari Clinton Foundation and Next Generation, seperti dikutip dari CNN, Kamis (24/7/2014).

Tak cuma membacakan buku atau cerita, Miller menyebutkan bahwa aktivitas lain seperti mengajak berbicara dan bernyanyi turut memberikan pengaruh penting pada pertumbuhan otak anak di tahun-tahun awal.

“Sebagai orang tua dan mantan guru, saya sangat paham dengan cara mata anak saya terperangah ketika ia pertama kali mulai memahami konsep baru. Setiap saat orang tua bersama anak, jangan lupa berbicara, bernyanyi, atau bacakan cerita pengantar tidur untuk memberi otaknya kesempatan untuk berkembang,” tutur Cindy McCain.

Miller sadar betul tuntutan pekerjaan saat ini kerap membuat orang tua sulit memiliki waktu banyak untuk bercengkrama dengan buah hatinya. Oleh sebab itu, ia merasa langkah kecil ini, yakni menyempatkan diri tetap berbicara dengan anak, bisa menjadi sangat bermanfaat.

“Jika Anda memiliki teman dengan bayi atau balita, dorong mereka juga untuk bernyanyi, berbicara dan membacakan cerita. Kegiatan tersebut sama pentingnya dengan memastikan sang anak mendapatkan nutrisi dan istirahat cukup untuk berkembang,” tandas Miller.

(ajg/up)

Terbiasa Tidur Setelah Belajar, Ini yang Terjadi Pada Otak

Jakarta, Bagi sebagian orang, belajar merupakan hal yang paling sulit untuk dilakukan, terutama pada saat masih sekolah. Tapi tahukah Anda bahwa belajar juga dapat dilakukan ketika kita sedang tidur?

Saat menghadapi ujian, pelajaran yang sudah dipelajari biasanya akan terngiang-ngiang di dalam pikiran. Hal ini terjadi karena pada malam hari otak kita sibuk memproses dan menggabungkan ingatan-ingatan yang masuk sebelumnya.

Hal ini pernah terjadi pada seorang anak lelaki yang sedang belajar bahasa Inggris. Ketika sedang diberikan pelajaran, ia tak sengaja tertidur. Namun ternyata, ia dapat menghapal pelajaran yang baru saja ia dengar saat sedang tertidur.

Meski begitu, bagi sebagian ilmuwan cara seperti ini sangat tidak mungkin terjadi. Para peneliti seperti Charles Simon dan William Emmons menguji cara yang sama seperti itu. Mereka menempelkan elektroda pada kepala seseorang ketika mereka sedang tidur sambil memberikan materi. Seperti yang mereka duga, orang tersebut tidak mendapatkan hasil apa-apa.

Namun faktanya tidur memang dapat membantu menyatukan apa yang kita pelajari, serta memberikan kita fleksibilitas untuk mengaplikasikan kemampuan pada situasi yang baru. Meskipun Anda tidak dapat menyerap materi baru, Anda justru dapat memperkuat fakta atau keterampilan yang dipelajari sepanjang hari.

Tidur membantu menstabilkan memori dan menggabungkannya ke dalam jaringan dari memori jangka panjang,” imbuh Susanne Diekelmann seperti dikutip dari BBC, Kamis (24/7/2014).

Di abad 19, Marquis d’Hervey de Saint-Denys meneliti hal yang sama. Menurutnya ada tiga faktor yang dapat memengaruhi kerja otak saat sedang tidur. Pertama adalah bau, rasa, dan suara yang sesuai. Menurutnya, dengan ketiga faktor ini dapat memicu otak untuk memunculkan kembali memori yang sama seperti ketika ia belum tidur.

Secara ilmiah Diekelmann menjelaskan bahwa ketika tidur, bau yang kita hirup akan diproses dalam otak. Setelah itu, otak akan meningkatkan penggabungan memori yang mengakibatkan seseorang akan ingat setelah bangun. Begitu juga dengan suara.

Menurutnya, suara yang pelan dapat membantu seseorang untuk mengingat kembali apa yang ia dapat ketika tidur. Meski begitu, cara-cara ini tentunya masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

(ajg/up)

Sibuk? Tetap Bacakan Buku untuk Bayi dan Anak Anda Ya, Ini Sebabnya

Jakarta, Padatnya pekerjaan dan jalanan yang macet kerap membuat waktu kebersamaan antara orang tua dan anak menjadi sangat terbatas. Meskipun demikian, jangan lupa tetap sediakan waktu membacakan buku untuk buah hati.

Studi yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa mendengar lebih sedikit kata-kata sejak kecil membuat anak lebih sulit mempelajari kata-kata nantinya. Tentu ini akan menghambat kemampuan belajarnya kelak.

Oleh sebab itu, mereka mendorong dokter untuk tak hanya membicarakan mengenai gizi dan kesehatan pada orang tua, tetapi juga berbicara tentang pentingnya membacakan buku dengan suara lantang, dimulai dari usia hari pertama sang bayi.

“Jika para dokter turut merekomendasikan kepada orang tua tentang manfaat membacakan buku pada anak, maka ini sudah cukup membantu,” ungkap Patti Miller, dari Clinton Foundation and Next Generation, seperti dikutip dari CNN, Kamis (24/7/2014).

Tak cuma membacakan buku atau cerita, Miller menyebutkan bahwa aktivitas lain seperti mengajak berbicara dan bernyanyi turut memberikan pengaruh penting pada pertumbuhan otak anak di tahun-tahun awal.

“Sebagai orang tua dan mantan guru, saya sangat paham dengan cara mata anak saya terperangah ketika ia pertama kali mulai memahami konsep baru. Setiap saat orang tua bersama anak, jangan lupa berbicara, bernyanyi, atau bacakan cerita pengantar tidur untuk memberi otaknya kesempatan untuk berkembang,” tutur Cindy McCain.

Miller sadar betul tuntutan pekerjaan saat ini kerap membuat orang tua sulit memiliki waktu banyak untuk bercengkrama dengan buah hatinya. Oleh sebab itu, ia merasa langkah kecil ini, yakni menyempatkan diri tetap berbicara dengan anak, bisa menjadi sangat bermanfaat.

“Jika Anda memiliki teman dengan bayi atau balita, dorong mereka juga untuk bernyanyi, berbicara dan membacakan cerita. Kegiatan tersebut sama pentingnya dengan memastikan sang anak mendapatkan nutrisi dan istirahat cukup untuk berkembang,” tandas Miller.

(ajg/up)

Bosan Bercinta di Malam Hari? Waktu-waktu Ini Bisa Jadi Alternatifnya

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta
Kebanyakan pasangan biasanya memilih malam hari sebagai waktu rutin mereka bercinta. Meskipun pada kenyataannya ada beberapa waktu untuk bercinta yang kerap dilewatkan oleh pasangan suami istri.

Seperti dirangkum detikHealth, Kamis (24/7/2014) berikut ini alternatif waktu bercinta yang bisa dicoba untuk menghindari rasa bosan Anda hanya bercinta di malam hari saja.

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini


Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!



3


 atau daftar untuk mengirim komentar


Tampilkan Komentar di:   

    



Terbiasa Tidur Setelah Belajar, Ini yang Terjadi Pada Otak

Jakarta, Bagi sebagian orang, belajar merupakan hal yang paling sulit untuk dilakukan, terutama pada saat masih sekolah. Tapi tahukah Anda bahwa belajar juga dapat dilakukan ketika kita sedang tidur?

Saat menghadapi ujian, pelajaran yang sudah dipelajari biasanya akan terngiang-ngiang di dalam pikiran. Hal ini terjadi karena pada malam hari otak kita sibuk memproses dan menggabungkan ingatan-ingatan yang masuk sebelumnya.

Hal ini pernah terjadi pada seorang anak lelaki yang sedang belajar bahasa Inggris. Ketika sedang diberikan pelajaran, ia tak sengaja tertidur. Namun ternyata, ia dapat menghapal pelajaran yang baru saja ia dengar saat sedang tertidur.

Meski begitu, bagi sebagian ilmuwan cara seperti ini sangat tidak mungkin terjadi. Para peneliti seperti Charles Simon dan William Emmons menguji cara yang sama seperti itu. Mereka menempelkan elektroda pada kepala seseorang ketika mereka sedang tidur sambil memberikan materi. Seperti yang mereka duga, orang tersebut tidak mendapatkan hasil apa-apa.

Namun faktanya tidur memang dapat membantu menyatukan apa yang kita pelajari, serta memberikan kita fleksibilitas untuk mengaplikasikan kemampuan pada situasi yang baru. Meskipun Anda tidak dapat menyerap materi baru, Anda justru dapat memperkuat fakta atau keterampilan yang dipelajari sepanjang hari.

Tidur membantu menstabilkan memori dan menggabungkannya ke dalam jaringan dari memori jangka panjang,” imbuh Susanne Diekelmann seperti dikutip dari BBC, Kamis (24/7/2014).

Di abad 19, Marquis d’Hervey de Saint-Denys meneliti hal yang sama. Menurutnya ada tiga faktor yang dapat memengaruhi kerja otak saat sedang tidur. Pertama adalah bau, rasa, dan suara yang sesuai. Menurutnya, dengan ketiga faktor ini dapat memicu otak untuk memunculkan kembali memori yang sama seperti ketika ia belum tidur.

Secara ilmiah Diekelmann menjelaskan bahwa ketika tidur, bau yang kita hirup akan diproses dalam otak. Setelah itu, otak akan meningkatkan penggabungan memori yang mengakibatkan seseorang akan ingat setelah bangun. Begitu juga dengan suara.

Menurutnya, suara yang pelan dapat membantu seseorang untuk mengingat kembali apa yang ia dapat ketika tidur. Meski begitu, cara-cara ini tentunya masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

(ajg/up)